Menu

Items filtered by date: Wednesday, 18 April 2018

Potensi Pemilih Pemula Cukup Besar

BEKASI SELATAN - Konsultan dan praktisi politik Jiwang Jiputro, menyebut jika para calon pemimpin Jawa Barat dan Kota Bekasi harus mampu menjawab tantagan kaum milenial.

Ia mengatakan, Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gunernur Jawa Barat adalah Pilkada yang menjadi penentu.Soalnya, jumlah pemilih di provinsi ini adalah paling besar dibanding provinsi lain yaitu, 33 juta pemilih. 

"30 persen di antaranya adalah generasi milenial atau sekitar 12 juta suara lebih. Jadi begitu pentingnya suara anak muda untuk menentukan arah politik negeri ini," kata Jiwang.

Menurutnya, generasi milineal secara umum  melek teknologi, tetapi apatis terhadap politik. Kaum milenial, sejatinya dapat diberdayakan bersama melalui tokoh-tokoh muda."Hal ini menjadi tugas bersama, dan ini juga menjadi tugas KPU (Komisi Pemilihan Umum)," ujar Jiwang.

Misalnya saja, sambung Jiwang, dengan dunia politik di Kota Bekasi. Ia menyebut dalam momen Pilkada Kota Bekasi juga amat penting melibatkan langsung partisipasi pemuda di setiap proses politik di Kota Bekasi. 

"Beberapa Survei di tahun 2014 menunjukkan pemilih muda Indonesia didominasi oleh swing voters (pemilih galau), dan apathetic vokters (pemilih cuek). Cara pandang ini perlu diubah dan ini tugas calon-calon pemimpin kita," tandasnya.

 

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi optimis dapat meningkatkan partisipasi millenials pada Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang. Berbagai cara sosialisasi dilakukan oleh KPU Kota Bekasi untuk mencapai angka 70 persen. Salah satunya dengan sosialisasi dan pendidikan politik kepada pemilih pemula.

"Untuk mendongkrak partisipasi pemilih, targetnya adalah pemlilih pemula, jadi Pilkada lima tahun lalu yang hanya mencapai 49 persen, saat ini bisa sampai 70 persen," kata Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi.

 

Terpisah, Komisioner KPU Kota Bekasi bidang hukum Yayah Nahdiyah meminta kepada warga Kota Bekasi, khususnya kepada pemilih pemula untuk sadar politik, dan turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018.

 

“Kami harapkan kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi, khususnya para pemilih pemula untuk berpartisipasi dengan menggunakan hak pilihnya dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 27 Juni nanti,”terangnya.

 

Sebagai pemilih pemula, Yayah mengingatkan agar selektif dalam menentukan Paslon yang akan dipilih.


"Sebagai pemilih, saya harap kalian  cermat dalam menentukan pilihan. Kenali sosoknya, cermati visi dan misi, serta rekam jejak dari paslon yang ada," ujar Yayah.

Terpenting, diakui Yayah, memilih harus dengan hati jangan mau dan mudah dipengaruhi oranglain dalam apalagi, dengan iming-iming imbalan uang. "Tolak politik uang pilih pemimpin sesuai hati," jelas Yayah.

"Ingat Pemerintah telah tetapkan, Pilkada serentak 2018 berlangsung 27 Juni mendatang, ayo datang ke TPS jangan Golput," tegasnya. (Tim)

 

Read more...

Paslon Diingatkan Tidak Berkampanye di Rumah Ibadah

BEKASI SELATAN - Komisioner Panitia Pengawas Pemilu  (Panwaslu) Kota Bekasi Bidang Penindakan, Muhammad Iqbal, menyebut jika pada bulan suci Ramadan sangat rawan terjadap aksi money politik oleh dua pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

"Bulan ramadan itu, zakat, sedekah dan money politik beda tipis. Sama-sama kasih sembako kepada warga, bedanya adalah jika terdapat money politik terdapat stiker pada sembako yang diberikan," katanya.

Sejatinya, pada bulan ramadan Panwaslu Kota Bekasi tidak melarang dua paslon yang berkompetisi untuk memperbanyak amal. Namun, beramal tanpa berharap dukungan kepada masyarakat.

"Kalau ada stiker paslon itu jadi masalah, bisa kami langsung diskualifikasi. Namun, jika bagi-bagi sembako tanpa ada meminta dukungan ya silahkan," tuturnya.

Karena itu, menjelang datangnya bulan suci ramadan, Panwaslu Kota Bekasi melakukan banyak pertemuan dengan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kota Bekasi.

"Kami akan menyamakan persepsi bersama, panwascam harus lebih intens pasa bulan ramadan karena banyak kegiatan keagamaan, dan itu rawan disusupi money politik. Jika menemukan kejanggalan segera lapor dengan menyediakan saksi dan alat bukti bagi dua paslon," tandasnya.

Sementara itu, komisioner KPU Kota Bekasi Nurul Sumarheni mengingatkan kepada ke dua pasangan calon walikota dan wakil wlaikota Bekasi, untuk tidak berkampanye didalam masjid atau rumah ibadah lainnya. Jika dilakukan, lanjutnya, maka dianggap sebuah pelanggaran.

 

“Sudah ada aturan yang jelas, Paslon tidak diperkenankan melakukan kampanye di rumah ibadah. Kami berharap, ke dua paslon maupun Timses bisa mematuhi aturan yang telah disepakati bersama,”pungkasnya. (Tim)

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.